Hasil TKA secara nasional telah disampaikan oleh Kemendikdasmen melalui taklimat media hasil TKA. Kemendikdasmen menyampaikan laporan singkat mengenai pelaksanaan, metode penskoran dan juga evaluasi TKA. Sekolah juga sudah mendistribusikan nilai capaian TKA per murid.
Pertanyaan Paling sering Muncul Tentang TKA
1. Apakah Nilai TKA skornya berdasarkan skor normal?
Penentuan skor TKA menggunakan sistem IRT. Jadi asumsi setiap skor nilainya sama tidak berlaku. Misalnya dari 25 soal, jika salah 2 soal maka nilainya 92. Padahal dengan sistem IRT, skor akhir sangat bergantung pada bobot kesulitan soal yang Anda jawab salah. Jika dua soal yang salah tersebut berkategori mudah (di mana mayoritas peserta lain berhasil menjawab benar), maka sistem akan memberikan penalti skor yang lebih besar karena Anda dianggap gagal menguasai kompetensi dasar. Sebaliknya, jika Anda salah pada soal yang berkategori sangat sulit, dampaknya terhadap penurunan skor cenderung lebih kecil.
Dalam IRT, setiap butir soal memiliki karakteristik unik seperti tingkat kesulitan (β) dan daya pembeda (α). Oleh karena itu, dua orang yang sama-sama menjawab benar 23 dari 25 soal bisa mendapatkan skor akhir yang berbeda total, tergantung pada “kualitas” soal mana yang berhasil mereka pecahkan.
2. Berapa batas skor Kategori Skor TKA di setiap Mata Pelajaran?
Poin yang sering ditanyakan adalah penskoran dari TKA. Sebagai contoh nilai matematika SMAN 81 seperti ditunjukkan di bawah. Kenapa nilai tertinggi 77.85 tapi siswa yang mencapai istimewa ada 23,02%? Jawabannya ada pada metode penskoran yang disebutkan pada taklimat halaman 17, bahwa
“Nilai TKA dilaporkan dalam bentuk Nilai dan Kategori Capaian (Kurang, Memadai, Baik, Istimewa). Nilai batas kategori ditentukan melalui standar setting metode Extended Angoff yang melibatkan 125 guru bidang studi dari berbagai wilayah”

Belum ada rilis resmi batas nilai setiap kategorinya, tapi dengan data perolehan SMAN 81 dan statistik diperoleh dari https://tka.kemendikdasmen.go.id/hasiltka/ dapat diolah ulang dengan asumsi mengikuti distribusi normal.
Secara nasional, nilai matematika banya di kateogri kurang, dengan rerata 36.10, minimum 0 dan maksimum 100, standard deviasi 10.74

Ide Analisis Data
Kita tidak tahu apa kriterianya, tapi untuk menentukan batas nilai bisa diperoleh dengan memperkirakan data seperti berikut.

Mencari Z-Score (dari Tabel Distribusi Normal)
Z untuk 0,447 -> -0,133
Z untuk 0,78,6 -> +0,793
Z untuk 0,978 -> +2,014
X = μ (rata-rata)+ Z.σ
Diperoleh batas memadai≈ 34,67, baik ≈ 44,57 dan istimewa ≈ 57,73.

Jadi batas nilai skor matematika agar disebut istimewa diperkirakan lebih dari 57,73, dan batas agar disebut baik adalah 44,61
Berikut adalah perkiraan batas nilai setiap mata pelajaran *)

Penutup
Jadi, secara nasional rentang nilai juga cukup lebar dari 0 hingga 100. Hanya saja rerata, modus dan mediannya bisa bergeser ke nilai di bawah 50, di tengah atau di atas 50, tergantung kesulitan soalnya pada setiap mata pelajaran. Artinya nilai tetap seperti layaknya penilaian pada umumnya, bukan dikonversi atau disesuaikan. Adapun hasil akhir skor dipengaruhi oleh tingkat kesulitan soal yang benar saat mengerjakan.
Memang TKA menjadi consern berbagai pihak pendidikan akhir-akhir, dari pemangku kebijakan, sekolah, guru dan orang tua. Saya pribadi berhadap kedepannya Kementrian memberikan informasi yang koheren dan lengkap untuk mendampingi hasil TKA, tidak hanya statistik dengan kumpulan tabel dan grafik.
Sekian analisis pribadi saya terkait skor TKA, analisis yang disampaikan di atas hanya bersumber dari data Hasil TKA terbuka dari kemdikdasmen, data kolektif TKA SMAN 81 Jakarta, dan teori sederhana mengenai Distribusi Normal Standar. Kedepannya kami akan update jika ada informasi lebih lanjut dari pihak penyelenggara TKA
